Articles » PENDIDIKAN INKLUSI, SINERGI KELUARGA, GURU DAN LINGKUNGAN

PENDIDIKAN INKLUSI, SINERGI KELUARGA, GURU DAN LINGKUNGAN

Oleh: Widia Wardhani

            Apa yang pertama kali terbersit di benak kita saat mendengar tentang pendidikan inklusi? Sekolah biasa? Sekolah luar biasa? Sekolah nasional? Sekolah pemerintah? Bukan, bukan itu jawabannya. Belum banyak orang yang tahu tentang konsep inklusi di Indonesia. Alhamdulillah sudah 4 tahun saya bergabung dengan sekolah Lazuardi Cordova yang menerapkan konsep inklusi dalam pendidikannya. Di sekolah ini saya dikenalkan dengan konsep sekolah inklusi yang ideal bagi kebutuhan tiap anak.

            Sekolah inklusi mengakui adanya kecerdasan majemuk (multiple intelligences). Sehingga dalam penyampaian materinya, guru-guru bisa menyampaikan materi dengan tarian, nyanyian, video, gerakan tubuh, eksperimen, karya seni, kunjungan ilmiah, power point, presentasi, wawancara dan cara-cara kreatif lainnya. Guru diberi kebebasan cara penyampaian materi pada siswa dengan mengutamakan keterlibatan siswa dalam setiap materi.

            Sekolah inklusi adalah sekolah yang menempatkan siswa biasa dan siswa berkebutuhan khusus belajar bersama materi yang sama. Dengan penyatuan ini diharapkan akan tumbuh sikap positif baik dalam diri siswa biasa atau siswa berkebutuhan khusus. Para siswa diajarkan untuk berteman, membangun rasa kesetiakawanan dan empati selama belajar bersama dalam kelas. Guru pendamping khusus adalah pendamping para siswa berkebutuhan khusus yang juga mengamati perkembangan belajar siswa bimbingannya. Guru pendamping khusus bekerja sama dengan siswa biasa dan guru kelas untuk membuat kenyamanan belajar tiap siswa terjamin. Guru pendamping khusus yang mengkondisikan siswa berkebutuhan khusus ketika gejala ketidaknyamanan mereka muncul dan mempengaruhi kondisi kelas. Para guru pendamping khusus bekerja sama dengan orang tua untuk menciptakan program pengembangan belajar ananda di sekolah. Meskipun pada prakteknya banyak orangtua yang tidak bersinergi dengan program yang telah ditetapkan bersama.

            Untuk menumbuhkan karakter dan jiwa yang positif dalam diri tiap siswa dibutuhkan sinergi antara guru, orangtua dan lingkungan. Ketika semua hal bisa berjalan beriringan akan tercipta suasana yang kondusif bagi siswa untuk terus merasa ingin tahu, mencoba hal baru, dan belajar ilmu yang bermanfaat. Untuk itu, sekolah harus sering memfasilitasi pembagian pengetahuan kepada orangtua dan guru agar mampu menciptakan lingkungan belajar ideal bagi anak baik di lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah. Semoga seterusnya akan tercipta wadah resmi bagi sekolah inklusi untuk berkembang lebih baik lagi. Amiin…  

Monday 6 November 2017 12:00 Bookmark and Share