Articles » Ayah, Tolong Bantu Bunda Membimbingnya (Sebuah Renungan)

By Yudith Kusumawardhani

Bunda, pernahkah merasakan putus asa dalam mengasuh anak anak? Sekali, duakali bahkan merasa sudah ribuan kali menyuruh anak melakukan suatu hal sampai urat leher mau copot tapi anak-anak tetap "gak taat"? Tapi, giliran sama ayahnya diomongin sekali dua kali tanpa melototpun langsung nurut?

Bunda, tenag saja, Allah sudah mengatur bahwa antara ayah dan bunda harus saling bekerjasama mengasuh dan membimbing ananda. Tidak bisa dipisahkan dan tidak bisa ditawar-tawar.
"Frekuensi" suara dan nada ayah sudah di "set" sedemikian rupa untuk memberi aturan-aturan ataupun bersepakat dengan ananda.

Ayah, tolong bantu kami para Bunda untuk lebih banyak meluangkan waktu dan berbicara dengan hati kepada ananda, sehingga ananda menjadi manusia yang punya pegangan. Dan kami para Bunda tidak merasa sendiri dalam mendampingi ananda.

Ayah, kami tahu betapa kerja kerasmu menafkahi kami tidak bisa kami balas hanya dengan ucapan terimakasih dibibir. Tapi, kami juga lebih memerlukan kehadiranmu ditengah kami dalam keadaan tenang dan kondisi yang menyenangkan.

Bunda, kita hanya manusia biasa yang memiliki keterbatasan. Walaupun 1001 cara kita lakukan untuk membahagiakan anak anak dan keluarga,namun janganlah lupa bahwa tenaga dan kemampuan serta daya berpikir kita ada batasnya. Jangan memaksakan diri melakukan dan memikirkan semuanya sendiri. Jangan sungkan meminta bantuan pada Ayah. Dan jangan lupa menghargai sekecil apapun usahanya untuk membahagiakan bunda dan ananda.

Bunda dan Ayah, anak-anak kita akan melihat dan merasakan apapun yang terjadi dalam rumah.Sesulit apapun situasinya. Usahakan suasana tidak menjadi lebih buruk. Anak-anak adalah makhluk paling perasa didunia. Selamat bekerjasama membimbing ananda, Ayah Dan Bunda. by @udith_raya

Tuesday 11 August 2015 09:58 Bookmark and Share